bintang

Tampilkan postingan dengan label Artikel Islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Islami. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 14 Maret 2015

Cara Mudah Menghafal Nama2x Surat Dalam Al-Qur'an

Bismillah.. kali ini penulis akan berbagi "cara mudah menghafal nama2x surat dalam Al-Qur'an" yakni dengan menggunakan metoda cerita..

Pendekatan dalam metode ini melalui arti atau terjemah dari nama surah yang berbahasa Arab. Yang perlu diperhatikan di sini adalah bukan kebenaran ceritanya tetapi bagaimana anda bisa menghafal dan mengingat nama – nama surah dalam Al-Qur’an dengan mudah, karena cerita ini bersifat imajinatif bukan hakiki.

Cerita berikut dibuat bersifat penggalan – penggalan (per sepuluh surah kecuali surah yang ke-91 – 99 dan ke-100 sampai terakhir). Hal
ini akan membantu anda mempermudah dalam menghafal dan mengingat kembali nama – nama Surah dalam Al-Qur’an. Ingat yang
dihafal bukan ceritanya tetapi alur cerita nama – nama surah Al-Qur’an (dalam terjemah) yang tertulis dengan huruf tebal dan kapital.
Seperti;
PEMBUKAAN, SAPI BETINA dan seterusnya.

Praktisnya adalah sebagai berikut;
1. Bacalah cerita tersebut (misalnya cerita I; 1-10) sambil tersenyum.
2. Boleh dibaca dalam hati atau dengan suara. Perhatikan pada kata-kata bercetak tebal dan berikan tekanan bunyi yang berbeda dari kata
yang tidak bercetak tebal.
3. Bayangkan anda sendiri sedang manjadi pelaku atau terlibat langsung dalam alur cerita tersebut. Kalau bisa sambil membayangkan dan gerakkan anggota tubuh anda sebagai bentuk kreasi dari imajinasi anda.
4. Tulis ulang kata – kata yang bercetak tebal sesuai yang anda ingat saja, lalu cocokkan dan urutkan sesuai urutannya.
5. Setelah anda berhasil menulis ulang kata – kata yang bercetak tebal, dengan melihat kata – kata tersebut cobalah anda mengulang(mengingat) kembali alur ceritanya tanpa harus sama persis.
6. Berikutnya anda melihat grafik kata – kata yang bercetak tebal dan
bacalah dalam bahasa Arabnya. Ingat jangan dihafal terlebih dahulu
teks arab yang ditulis dengan huruf latin tersebut (hal tersebut akan
dibahasa tersendiri).

Kemudian, Cara Praktis Mengingat ulang;
Bila anda lupa dengan nama surah tertentu, misalnya saja anda lupa
dengan nama Surah ke-13, maka langsung saja anda mengingat -ingat alur cerita tersebut. Dimulai dari urutan surah yang ke-11 yaitu HUD. Maka anda akan teringat bahwa HUD dan YUSUF disambar PETIR.
Secara otomatis dalam hitungan menit atau bahkan detik, anda akan dengan cepat mengingatnya kembali bahwa surat yang ke-13 adalah
Surah PETIR (yang Bahasa Arabnya AR RA’D). Menyenangkan bukan? :)

Oke, sekarang kita mulai...

Tekhnis Menghafal;
Berikut ini teknis dan cara menghafal nama – nama surah dengan metoda cerita yang dibagi dalam 11 bagian (cerita) agar memudahkan kita dalam penguasaan dgn maksimal dan cepat.

Cerita I; (Surah 1 – 10)
Aku membaca Al-Qur’an dimulai dengan PEMBUKAAN.
Kebetulan waktu itu tetanggaku sedang memotong SAPI BETINA untuk
KELUARGA IMRAN yang punya anak wanita bernama AN NISA. Ia lapar makan HIDANGAN, sisanya ia berikan untuk BINATANG TERNAK yang berkandang di TEMPAT-TEMPAT YANG TINGGI, di sana dibagikan HARTA RAMPASAN PERANG yang dilakukan setelah TAUBAT seperti taubatnya YUNUS

~KRONOLOGI CERITA:
1 PEMBUKAAN – AL-FATIHAH
2 SAPI BETINA – AL-BAQOROH
3 KELUARGA IMRAN – ALI IMRON
4 AN NISA (WANITA) – AN NISA
5 HIDANGAN – AL MAIDAH
6 BINATANG TERNAK – AL AN ‘AM
7 TEMPAT-TEMPAT YANG TINGGI – AL A’ ROF
8 HARTA RAMPASAN PERANG – AL ANFAL
9 TAUBAT – AT TAUBAH
10 YUNUS -YUNUS

Cerita II; (Surah 11 – 20)
HUD dan YUSUF disambar PETIR sementara itu IBRAHIM sedang berada di PEGUNUNGAN HIJR tempat dimana LEBAH memulai PERJALANAN MALAM menuju ke GUA tempat bersembunyinya MARYAM dan TOHA.

~KRONOLOGI CERITA:
11 HUD – HUD
12 YUSUF-YUSUF
13 PETIR – AR RA’D
14 IBRAHIM -IBRAHIM
15 PEGUNUNGAN HIJR – AL HIJR
16 LEBAH – AN NAHL
17 PERJALANAN MALAM – AL ISRO
18 GUA – AL KAHFI
19 MARYAM – MARYAM
20 TOHA – TOHA

Cerita III; (Surah 21 – 30)
PARA NABI pergi HAJI diikuti oleh ORANG-ORANG BERIMAN berpakain putih– putih sehingga laksana CAHAYA yang menjadi PEMBEDA ANTARA YANG BENAR DAN BATHIL seperti ceritanya PARA PENYAIR tentang SEMUT dalam buku KISAH -KISAH dan juga tentang LABA-LABA yang
menyerang BANGSA ROMAWI.

~KRONOLOGI CERITA:
21 PARA NABI – AL ANBIYA
22 HAJI – AL HAJJ
23 ORANG – ORANG BERIMAN-AL MU’MINUN
24 CAHAYA – AN NUR
25 PEMBEDA ANTARA YANG BENAR DAN BATHIL – AL
FURQON
26 PARA PENYAIR – ASY SYU ‘ARO
27 SEMUT-AN NAML
28 KISAH-KISAH – AL QOSHOSH
29 LABA-LABA – AL ‘ANKABUT
30 BANGSA ROMAWI – AR RUM

Cerita IV; (Surah 31 – 40)
LUKMAN tidak berSUJUD di kaki GOLONGAN YANG BERSEKUTU dengan KAUM SABA’ yang tidak beriman kepada Yang Maha PENCIPTA.
Sementara itu YASIN menyiapkan orang YANG BERSHAF – SHAF membentuk huruf SHOD dengan ROMBONGAN – ROMBONGAN untuk memohon kepada YANG PENGAMPUN dari kesalahan.

~KRONOLOGI CERITA:
31 LUKMAN – LUQMAN
32 SUJUD – AS SAJDAH
33 GOLONGAN YANG BERSEKUTU – AL AHZAB
34 KAUM SABA’ – SABA’
35 PENCIPTA – FATHIR
36 YASIN – YASIN
37 YANG BERSHAF-SHAF – ASH SHOOFFAT
38 SHOD – SHOD
39 ROMBONGAN-ROMBONGAN – AZ ZUMAR
40 YANG PENGAMPUN – GHOFIR

Cerita V; (Surah 41 – 50)
YANG DIJELASKAN dalam MUSYAWARAH itu tentang hukum PERHIASAN bukan tentang KABUT membawa orang YANG BERLUTUT di BUKIT –
BUKIT PASIR, saat MUHAMMAD mendapat KEMENANGAN ditandai dengan
KAMAR – KAMAR bertuliskan huruf QOF.

~KRONOLOGI CERITA:
41 YANG DIJELASKAN – FUSHSHILAT
42 MUSYAWARAH – ASY SYURA
43 PERHIASAN – AZ ZUKHRUF
44 KABUT – AD DUKHAN
45 YANG BERLUTUT – AL JATSIYAH
46 BUKIT-BUKIT PASIR – AL AHQOF
47 MUHAMMAD – MUHAMMAD
48 KEMENANGAN – AL FATH
49 KAMAR-KAMAR – AL HUJURAT
50 QOF – QOF

Cerita VI; (Surah 51 – 60)
ANGIN YANG MENERBANGKAN menghembus ke BUKIT saat BINTANG dan BULAN bersinar sebagai bukti kuasa YANG MAHA PEMURAH yang akan mendatangkan HARI KIAMAT menghancurkan BESI pada saat WANITA
YANG MENGAJUKAN GUGATAN mengalami PENGUSIRAN sebagaimana menimpa PEREMPUAN YANG DIUJI.

~KRONOLOGI CERITA:
51 ANGIN YANG MENERBANGKAN – ADZ DZARIYAT
52 BUKIT – ATH THUR
53 BINTANG – AN NAJM
54 BULAN – AL QOMAR
55 YANG MAHA PEMURAH – AR RAHMAN
56 HARI KIAMAT – AL WAQI ‘AH
57 BESI – AL HADID
58 WANITA YANG MENGAJUKAN GUGATAN – AL MUJADILAH
59 PENGUSIRAN – AL HASYR
60 PEREMPUAN YANG DIUJI – AL MUMTAHANAH

Cerita VII; (Surah 61 – 70)
BARISAN orang beriman pada HARI JUM’AT berbeda dengan ORANG – ORANG MUNAFIK saat HARI DITAMPAKAN KESALAHAN – KESALAHAN
orang yang suka TALAK dalam pernikahan dan Allah MENGHARAMKAN
pelimpahan KERAJAAN secara tertulis dengan PENA pada HARI KIAMAT yang tidak ada lagi TEMPAT – TEMPAT NAIK bagi amal sholih.

~KRONOLOGI CERITA:
61 BARISAN – ASH SHOF
62 HARI JUM’AT – AL JUMU’AH
63 ORANG-ORANG MUNAFIK – AL MUNAFIQUN
64 HARI DITAMPAKAN KESALAHAN-KESALAHAN – AL
TAGHOBUN
65 TALAK – ATH THOLAQ
66 MENGHARAMKAN – AT TAHRIM
67 KERAJAAN – AL MULK
68 PENA – AL QOLAM
69 HARI KIAMAT – AL HAAQQAH
70 TEMPAT-TEMPAT NAIK – AL MA ‘ARIJ

Cerita VIII; (Surah 71 – 80)
NUH diganggu JIN saat ORANG YANG BERSELIMUT dan ORANG YANG BERKEMUL tertidur pulas tidak menyadari datangnya KIAMAT ketika
MANUSIA didatangkan MALAIKAT YANG DIUTUS menyampaikan BERITA BESAR tentang kematian yang dibawa MALAIKAT – MALAIKAT YANG
MENCABUT nyawa sedangkan IA BERMUKA MASAM.

~KRONOLOGI CERITA:
71 NUH – NUH
72 JIN – AL JINN
73 ORANG YANG BERSELIMUT – AL MUZAMMIL
74 ORANG YANG BERKEMUL – AL MUDATSTSIR
75 KIAMAT – AL QIYAMAH
76 MANUSIA – AL INSAN
77 MALAIKAT YANG DIUTUS – AL MURSALAT
78 BERITA BESAR – AN NABA’
79 MALAIKAT-MALAIKAT YANG MENCABUT – AN NAZI ‘AT
80 IA BERMUKA MASAM – ‘ABASA

Cerita IX; (Surah 81 – 90)
Gempa MENGGULUNG bumi hingga TERBELAH dan ORANG-ORANG YANG CURANG pun ikut TERBELAH hancur lebur menjadi GUGUSAN BINTANG
diantaranya bintang YANG DATANG DI MALAM HARI atas kuasa YANG PALING TINGGI pada HARI PEMBALASAN tidak akan muncul FAJAR di NEGERI manapun.

~KRONOLOGI CERITA:
81 MENGGULUNG – AT TAKWIR
82 TERBELAH – AL INFITHOR
83 ORANG-ORANG YANG CURANG – AL MUTHOFFIFIN
84 TERBELAH – AL INSYIQOQ
85 GUGUSAN BINTANG – AL BURUJ
86 YANG DATANG DI MALAM HARI – ATH THORIQ
87 YANG PALING TINGGI – AL A ‘LA
88 HARI PEMBALASAN – AL GHOSYIYAH
89 FAJAR – AL FAJR
90 NEGERI – AL BALAD

Cerita X; (Surah 91 – 99)
MATAHARI tenggelam saat MALAM tiba hingga datang WAKTU DHUHA Allah MELAPANGKAN rizki dan menumbuhkan BUAH TIN untuk manusia yang berasal dari SEGUMPAL DARAH tanpa KEMULIAAN sedikit pun
sebagai BUKTI akan terjadi KEGONCANGAN dunia.

~KRONOLOGI CERITA:
91 MATAHARI – ASY SYAMS
92 MALAM – AL LAIL
93 WAKTU DHUHA – ADH DHUHA
94 MELAPANGKAN – AL INSYIROH
95 BUAH TIN – AT TIN
96 SEGUMPAL DARAH – AL ‘ALAQ
97 KEMULIAAN – AL QODR
98 BUKTI – AL BAYYINAH
99 KEGONCANGAN – AZ ZALZALAH

Cerita XI; (Surah 100 – 114)
KUDA PERANG YANG BERLARI KENCANG pada HARI KIAMAT tidak lagi untuk BERMEGAH – MEGAHAN pada MASA itu si PENGUMPAT diinjak – injak GAJAH milik SUKU QURAISY tanpa menyisakan BARANG – BARANG
YANG BERGUNA sedikit pun, apalagi NI’MAT YANG BANYAK semuanya pergi dari ORANG-ORANG KAFIR tanpa mendapat PERTOLONGAN dari
GEJOLAK API yang membakar karena tidak MEMURNIKAN KEESAAN ALLAH yang sejak WAKTU SUBUH semua MANUSIA telah melaksankannya.

~KRONOLOGI CERITA:
100 KUDA PERANG YANG BERLARI KENCANG – AL ‘ADIYAT
101 HARI KIAMAT – AL QORI ‘AH
102 BERMEGAH-MEGAHAN – AT TAKATSUR
103 MASA – AL ‘ASHR
104 PENGUMPAT – AL HUMAZAH
105 GAJAH – AL FI-L
106 SUKU QURAISY – QURAISY
107 BARANG-BARANG YANG BERGUNA – AL MA ‘UN
108 NI’MAT YANG BANYAK – AL KAUTSAR
109 ORANG-ORANG KAFIR – AL KAFIRUN
110 PERTOLONGAN – AN NASHR
111 GEJOLAK API – AL LAHAB
112 MEMURNIKAN KEESAAN ALLAH – AL IKHLASH
113 WAKTU SUBUH – AL FALAQ
114 MANUSIA – AN NAAS

smg bermanfaat, amiin.

Jumat, 13 Maret 2015

Jadilah yang 'sedikit'!

Ketika 'Umar ibn al-Khattab (radhiyAllaahu 'anhu) sedang berjalan di sebuah pasar, ia melewati seorang laki-laki yang sedang berdoa,
“Ya ALLAH, jadikan kami dari hamba-Mu yang 'sedikit'!
Ya ALLAH, jadikan kami dari hamba-Mu yang 'sedikit'!”

Maka ‘Umar bertanya kepadanya, “Darimana engkau mendapatkan doa seperti itu?” Dan laki-laki itu menjawab,
“ALLAH dalam kitab-Nya berfirman :
‘Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang berterima kasih.’ [Qur’an 34:13]”

Maka ‘Umar menangis dan menegur dirinya sendiri, “Orang-orang lebih tahu darimu, wahai Umar! Ya ALLAH, jadikan kami dari hamba-Mu yang 'sedikit'!”

Terkadang ketika engkau menasehati orang agar meninggalkan dosa, mereka merespon dengan : "Tapi kebanyakan orang melakukannya, bukan aku saja!"
Tetapi,, jika engkau mencari kata-kata "kebanyakan orang" dalam Al Qur'an, engkau akan menemukan bahwa kebanyakan orang:

“tidak mengetahui” [7:187]
“tidak bersyukur” [2:243]
dan “tidak beriman” [11:17]

Dan jika engkau melihat “sebagian besar mereka”, engkau akan mengetahui bahwa sebagian besar mereka adalah :
“orang-orang yang fasik” [5:59]
“bodoh” [6:111]
“berpaling” [21:24]

Maka jadilah yang “sedikit”, dimana ALLAH berfirman tentang mereka :
“Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang berterima kasih.” [34:13]
“Dan tidak beriman bersama dengan dia itu kecuali sedikit.” [11:40]
“Berada dalam jannah kenikmatan, segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu, dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian.” [56:12-14]

Ibn al-Qayyim (rahimahullaah) berkata, “Laluilah jalan kebenaran dan jangan merasa kesepian, karena sedikitnya orang yang memilih jalan itu. Dan waspadalah dari jalan batil dan jangan tertipu dengan banyaknya orang yang mengikutinya.”
Wallaahu a'lam.

Rabu, 04 Maret 2015

Adab-Adab Penuntut Ilmu

Dengan berkembangnya teknologi saat ini, menuntut ilmu juga bisa dilakukan tanpa harus bertatap muka antara guru dengan murid tetapi bisa dengan media online. Insya Allah tidak mengurangi keutamaan menuntut ilmu. Seorang penuntut ilmu selain mengetahui dan memahami akan keutamaan menuntut ilmu, hendaknya dia juga memiliki perhatian yang besar terhadap permasalahan adab-adab penuntut ilmu. Diantara adab-adab penuntut ilmu adalah:

Pertama : Ikhlas

Seorang penuntut ilmu dalam mencari ilmu hedaknya punya perhatian besar terhadap keikhlasan niat dan tujuanya dalam mencari ilmu, yaitu hanya untuk Allah ta’ala. Karena menuntut ilmu adalah ibadah, dan ibadah tidak akan diterima kecuali jika ditujukan hanya untuk Allah ta’ala .

Allah ta’ala berfirman :

ﻭَﻣَﺎ ﺃُﻣِﺮُﻭﺍ ﺇِﻟَّﺎ ﻟِﻴَﻌْﺒُﺪُﻭﺍ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻣُﺨْﻠِﺼِﻴﻦَ ﻟَﻪُ ﺍﻟﺪِّﻳﻦَ ‏) ﺍﻟﺒﻴﻨﺔ :5(
“Dan mereka tidaklah diperintahkan melainkan hanya untuk beribadah kepada Allah dengan mengikhlaskan amalan mereka.” [Al Bayinah : 5]

Didalam shahihain disebutkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﺍﻷَﻋْﻤَﺎﻝُ ﺑِﺎﻟﻨِّﻴَّﺎﺕِ، ﻭَﺇِﻧَّﻤَﺎ ﻟِﻜُﻞِّ ﺍﻣْﺮِﺉٍ ﻣَﺎ ﻧَﻮَﻯ
“Sesungguhnya setiap amalan itu tergantung dengan niatnya dan setiap orang akan memperolah pahala sesuai dengan apa yang dia niatkan.”

Nabi shallallahu ‘alaihiwa sallam juga bersabda dalam suatu hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim :

ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠﻪَ ﻟَﺎ ﻳَﻨْﻈُﺮُ ﺇِﻟَﻰ ﺻُﻮَﺭِﻛُﻢْ ﻭَﺃَﻣْﻮَﺍﻟِﻜُﻢْ، ﻭَﻟَﻜِﻦْ ﻳَﻨْﻈُﺮُ ﺇِﻟَﻰ ﻗُﻠُﻮﺑِﻜُﻢْﻭَﺃَﻋْﻤَﺎﻟِﻜُمْ
“Sesungguhnya Allah tidak melihat bentuk wajah dan harta kalian, namun yang Dia lihat adalah hati dan amalan kalian.”

Oleh karena itu seseorang yang punya cita-cita yang tinggi dalam mencari dan memperoleh ilmu hendaknya punya perhatian yang besar terhadap keihklasan niat. Karena niat yang ikhlas merupakan sebab akan barakahnya ilmu dan amal. Sebagaimana
perkataan sebagian salaf :
ﺭُﺏَّ ﻋﻤﻞٍ ﺻﻐﻴﺮ ﺗﻜﺜِّﺮﻩ ﺍﻟﻨﻴﺔ ، ﻭﺭُﺏَّ ﻋﻤﻞٍ ﻛﺜﻴﺮ ﺗﺼﻐﺮﻩ ﺍﻟﻨﻴﺔ
“Betapa banyak amalan kecil menjadi besar karena niatnya dan betapa banyak amalan besar menjadi kecil karena niatnya pula.”

Maka setiap orang yang telah diberi taufiq oleh Allah untuk bisaberjalan diatas jalan ilmu hendaknya waspada terhadap niat yang
rusak dan selalu berusaha untuk menjadikan niatnya dalam menuntut ilmu hanya mengharapkan keridhaan dan wajah Allah
ta’ala .

Kedua : Bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu.

Sesungguhnya seorang hamba butuh kepada kesungguhan dan semangat untuk memperoleh ilmu. Dia paksa jiwanya untuk jauh dari sifat lemah dan malas. Oleh karena itu Nabi kita yang mulia, Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam berlindung kepada Allah dari sifat lemah dan malas. Karena malas akan menyebabkan terhalanginya seseorang dari mendapatkan kebaikan yang banyak. Dan sebaliknya dengan kesungguhan akan diperoleh banyak
keutamaan.

Sebagaimana perkataan yang ada dalam suatu syair :
ﺍﻟﺠَﺪُّﺑﺎﻟﺠِﺪِّ ﻭﺍﻟﺤﺮﻣﺎﻥُ ﺑﺎﻟﻜﺴﻞِ ﻓﺎﻧﺼَﺐْ ﺗُﺼِﺐ ﻋﻦ
ﻗﺮﻳﺐٍ ﻏﺎﻳﺔَ ﺍﻷﻣﻞِ
Maksudnya adalah bahwa bagian besar dan berharga dari ilmu tidak akan diraih kecuali dengan kesungguhan. Adapun sifat malas
dan lemah hanya akan menghalangi seseorang dari mendapatkan ilmu. Oleh karena itu seorang penuntut ilmu handaknya mengerahkan segala upaya untuk memaksa jiwanya dalam meraih ilmu. Sebagaimana firman Allah ta’ala :
ﻭَﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺟَﺎﻫَﺪُﻭﺍ ﻓِﻴﻨَﺎ ﻟَﻨَﻬْﺪِﻳَﻨَّﻬُﻢْ ﺳُﺒُﻠَﻨَﺎ ﻭَﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻟَﻤَﻊَ ﺍﻟْﻤُﺤْﺴِﻨِﻴﻦَ
‏[ ﺍﻟﻌﻨﻜﺒﻮﺕ 69: ] .
“Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh dijalan Kami nisacaya Kami akan tunjukkan kepadanya jalan-jalan Kami. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang berbuat baik.” [Al Ankabut : 69]

Ketiga : Meminta pertolongan kepada Allah ta’ala .

Ini adalah diantara perkara penting yang harus diperhatiakan oleh seorang penuntut ilmu, bahkan perkara ini adalah dasar yang harus ada pada seorang penuntut ilmu , yaitu beristi’anah atau meminta pertolongan kepada Allah ta’ala untuk bisa meraih ilmu.
firman Allah ta’ala :
ﻭَﻗُﻞْ ﺭَﺏِّ ﺯِﺩْﻧِﻲ ﻋِﻠْﻤًﺎ ‏[ ﻃﻪ 114: ]
“Dan katakanlah (wahai Nabi Muhammad), ya Rabb, tambahkanlah ilmu kepadaku.” [Thaaha : 11]

Telah kita ketahui juga bahwa Nabi kita, Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam setiap hari setelah selesai shalat subuh
berdo’a kepada Allah :

ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺇِﻧِّﻲ ﺃَﺳْﺄَﻟُﻚَ ﻋِﻠْﻤًﺎ ﻧَﺎﻓِﻌًﺎ ﻭَﺭِﺯْﻗًﺎ ﻃَﻴِّﺒًﺎ ﻭَﻋَﻤَﻠًﺎ ﻣُﺘَﻘَﺒَّﻠًﺎ
“Ya Allah sesungguhnya saya minta kepada Engkau ilmu yang bermanfaat, rizqi yang baik dan amalan yang diterima.”
Maka seorang penuntut ilmu hendaknya selalau beristi’anah kepada Allah, meminta pertolongan dan taufiq kepadaNya. Allah
ta’ala berfirman :

ﻭَﻟَﻮْﻟَﺎ ﻓَﻀْﻞُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﻭَﺭَﺣْﻤَﺘُﻪُ ﻣَﺎ ﺯَﻛَﻰ ﻣِﻨْﻜُﻢْ ﻣِﻦْ ﺃَﺣَﺪٍ ﺃَﺑَﺪًﺍ ﻭَﻟَﻜِﻦَّ
ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻳُﺰَﻛِّﻲ ﻣَﻦْ ﻳَﺸَﺎﺀُ ‏[ﺍﻟﻨﻮﺭ 21: ]
“Sekiranya tidaklah karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorang pun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya.” [An Nur : 21]

Dalam ayat yang lain Dia juga berfirman :
ﻭَﻟَﻜِﻦَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﺣَﺒَّﺐَ ﺇِﻟَﻴْﻜُﻢُ ﺍﻟْﺈِﻳﻤَﺎﻥَ ﻭَﺯَﻳَّﻨَﻪُ ﻓِﻲ ﻗُﻠُﻮﺑِﻜُﻢْ ﻭَﻛَﺮَّﻩَ ﺇِﻟَﻴْﻜُﻢُ ﺍﻟْﻜُﻔْﺮَ ﻭَﺍﻟْﻔُﺴُﻮﻕَ ﻭَﺍﻟْﻌِﺼْﻴَﺎﻥَ ﺃُﻭﻟَﺌِﻚَ ﻫُﻢُ ﺍﻟﺮَّﺍﺷِﺪُﻭﻥَ ‏[ﺍﻟﺤﺠﺮﺍﺕ 7: ]

“Akan tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus.” [Al Hujurat : 7]

Keempat : Mengamalkan ilmu.

Seorang penuntut ilmu harus punya perhatian serius terhadap perkara mengamalkan ilmu. Karena tujuan dari menuntut ilmu adalah untuk diamalkan. Ali radhiyallahu ‘anhu berkata :
ﻳﻬﺘﻒ ﺑﺎﻟﻌﻠﻢ ﺍﻟﻌﻤﻞ ، ﻓﺈﻥ ﺃﺟﺎﺑﻪ ﻭﺇﻻ ﺍﺭﺗﺤﻞ
“Ilmu akan mengajak pemiliknya untuk beramal, jika dia penuhi ajakan tersebut ilmunya akan tetap ada, namun jika tidak maka ilmunya akan hilang.”

Oleh sebab itu seorang penuntut ilmu harus benar-benar berusaha mengamalkan ilmunya. Adapun jika yang dialakukan hanya mengumpulkan ilmu namun berpaling dari beramal, maka ilmunya akan menjadi mencelakannya. Sebagaimana sabda Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam :
ﻭَﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥُ ﺣُﺠَّﺔٌ ﻟَﻚَ ﺃَﻭْ ﻋَﻠَﻴْﻚَ
“Al Qur’an bisa menjadi penolong bagimu atau justru bisa mencelakakanmu.”
Menjadi penolongmu jika Engkau mengamalkannya, dan mencelakakanmu jika Engkau tidak mengamalkannya.

Kelima : Berhias dengan akhlaq mulia.

Seorang penuntut ilmu hendaknya menghiasi dirinya dengan akhlaq mulia seperti, lemah lembut, tenang, santun dan sabar. Karena
sifat-sifat tersebut termasuk akhlaq mulia. Para ulama’ telah menulis banyak kitab tentang adab seorang penuntut ilmu.

Keenam : Mendakwahkan ilmu.

Jika seorang penuntut ilmu mendapatkan taufiq untuk bisa mengambil manfaat dari ilmunya, hendaknya dia juga bersemangat
untuk menyampaikan ilmu dan mengajarkan ilmunya kepada orang lain. Dalam rangka mengamalkan firman Allah ta’ala :
ﻭَﺍﻟْﻌَﺼْﺮِ ‏(1 ‏) ﺇِﻥَّ ﺍﻟْﺈِﻧْﺴَﺎﻥَ ﻟَﻔِﻲ ﺧُﺴْﺮٍ ‏(2 ‏) ﺇِﻟَّﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﻭَﻋَﻤِﻠُﻮﺍ ﺍﻟﺼَّﺎﻟِﺤَﺎﺕِ ﻭَﺗَﻮَﺍﺻَﻮْﺍ ﺑِﺎﻟْﺤَﻖِّ ﻭَﺗَﻮَﺍﺻَﻮْﺍ ﺑِﺎﻟﺼَّﺒْﺮِ ‏(3 ‏) ‏[ ﺳﻮﺭﺓ ﺍﻟﻌﺼﺮ ]
“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian,kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati
supaya menetapi kesabaran.” [Al Ashr :1-3]

Didalam ayat yang mulia ini, Allah ta’ala bersumpah bahwa manusia semunya mengalami kerugian, tidak ada seorangpun yang selamat dari kerugian kecuali orang yang beriman, berilmu, mengamalkan ilmunya, mendakwahkannya kepada orang lain serta bersabar atas gangguan yang menimpanya.
Dari penjelasan diatas dapat diketahui bahwa kedudukan ilmu dan beramal dengannya itu bertingkat-tingkat. Sebagaimana dinukil oleh Adz Dzahabi rahimahullah di Siyaru A’laamin Nubalaa
dari Muhammad bin An Nadhr, dia berkata :
ﺃﻭﻝ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﺍﻻﺳﺘﻤﺎﻉ ﻭﺍﻹﻧﺼﺎﺕ ، ﺛﻢ ﺣﻔﻈﻪ، ﺛﻢ ﺍﻟﻌﻤﻞ ﺑﻪ ، ﺛﻢ ﺑﺜﻪ
“Ilmu yang pertama kali adalah mendengar dan diam, kemudian menghafal, mengamalkan lalu menyebarkannya.”

Orang yang menyebarkan ilmu akan memperoleh pahala yang besar, karena setiap kali ada orang yang mengambil faedah dari ilmu yang dia sebarkan dan dakwahkan akan dicatat baginya pahala sebagaimana pahala orang yang mengamalkan dakwahnya tersebut.
Sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam :
ﻣَﻦْ ﺩَﻋَﺎ ﺇِﻟَﻰ ﻫُﺪًﻯ ﻛَﺎﻥَ ﻟَﻪُ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﺄَﺟْﺮِ ﻣِﺜْﻞُ ﺃُﺟُﻮﺭِ ﻣَﻦْ ﺗَﺒِﻌَﻪُ ﻟَﺎ ﻳَﻨْﻘُﺺُ ﺫَﻟِﻚَ ﻣِﻦْ ﺃُﺟُﻮﺭِﻫِﻢْ ﺷَﻴْﺌًﺎ
“Barangsiapa yang menyeru kepada petunjuk maka baginya pahala sebagaimana pahala orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun juga.”

Maka setiap kali ada orang yang mengambil manfaat dari ilmunya maka akan dicatat pahala baginya. Tidak diragukan bahwa ini
menunjukkan akan keutamaan mengajarkan ilmu dan memberi manfaat kepada manusia. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda :
ﻷَﻥْ ﻳَﻬْﺪِﻱَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺑِﻚَ ﺭَﺟُﻼ ﻭَﺍﺣِﺪًﺍ ﺧَﻴْﺮٌ ﻟَﻚَ ﻣِﻦْ ﺣُﻤْﺮِ ﺍﻟﻨَّﻌَﻢِ
“Allah memberikan petunjuk kepada satu orang disebabkan karena kamu, maka hal itu lebih baik daripada onta merah (harta yang paling mahal).”

Kita meminta kepada Allah, Rabb arsy yang agung, kita meminta dengan menyebut nama-namanya yang indah dan sifat-sifatnya
yang tinggi agar menganugerahkan kita semua ilmu yang bermanfaat dan amal shalih. Menunjuki kita kepada jalan-Nya yang lurus, memperbaiki semua keadaan kita dan tidak membiarkan kita bersandar pada diri kita sendiri meskipun hanya sesaat.

Rabu, 25 Februari 2015

-Jika Allah Menyayangi HambaNya-

Bismillah..
Kita ketahui bersama bahwa Allah Subhanahu WaTa'ala ialah Dzat Yang Maha Pengasih(Ar Rahman) dan Subhanallah memanglah tiada satu apapun di dunia ini yang tiada Allah kasihi.. sekalipun itu orang kafir ! Allah beri kenikmatan didunia padanya, Allah penuhi kebutuhannya, bahkan hingga makhluk ciptaan Nya yg bernama iblis pun, Allah kabulkan permohonannya(iblis) untuk menjurumuskan anak cucu Adam kedalam Neraka!

Allah Subhanahu WaTa'ala Maha Penyayang(Ar Rahim) dan Subhanallah patut kita ketahui tidak semua hamba yang ada didunia ini dapat karunia/disayang oleh Allah..
Jika Allah telah menyayangi pasti Allah juga mengasihi..
Namun jika mengasihi, blm tentu disayangi..
Oleh kerana itu disini penulis akan memposting apa saja ciri2 org2 yg disayangi oleh Allah..
Jika Allah menyayangi seorang hamba Nya, maka :

1. Allah mengujinya (baik dengan kesenangan ataupun kesusahan) kemudian menolongnya dengan kesabaran...
Dalam sebuah hadits disebutkan, "Barangsiapa yang dikehendaki Allah dengan kebaikan maka ditimpakan ujian padanya." (HR.Bukhari)
Begitupun dalam AlQuran surat Ali Imran ayat 146 juga disebutkan, ”Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar”.
Ujian yang Allah berikan, baik itu berupa kesenangan ataupun kesusahan adalah salah satu bentuk sayangnya Allah kepada hambaNya.
Jangan merasa hina jika Allah timpakan cobaan kepada kita. Jangan pula merasa gagal jika Allah menakdirkan keburukan kepada kita. Karena apapun bentuk cobaan yang diberikan, itu semua adalah untuk kebaikan kita, karena Allah menyayangi kita dan Allah tahu yang terbaik untuk diri kita.
Justru kita harus bertanya pada diri sendiri jika merasa aman dari cobaan, apakah Allah tidak menyayangi kita lagi? (Nah lo...)

2. Allah akan mencerdaskannya dalam masalah agama ....
"Barangsiapa yang dikehendaki Allah dengan kebaikan Maka dicerdaskan dalam masalah agama" (HR.Bukhari-Muslim)
Jelas sekali dalam hadits ini, Orang-orang yang disayangi oleh Allah akan mudah menerima nasihat, mudah memahami ilmu agama, dan dicerdaskan fikirannya. Semua ilmu mudah sekali mengalir dan terngiang di otaknya.

3. Allah akan memudahkan dalam menjalankan kewajiban pada-Nya...
Abu Hurairah R.a berkata, Bersabda Rasulullah saw, Allah Swt berfirman: Dan tiada mendekat kepada Ku seorang hamba-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku sukai daripada menjalankan apa yang Aku wajibkan atasnya." (HR.Bukhari)
Hadits ini menelaskan bahwa Allah menyukai amalan wajib, akan mudah sekali bagi Allah membuka pintu keridhoannya melalui amalan wajib ini.
Dan orang-orang yang disayangiNya lah yang akan mendapat kemudahan dalam melaksanakan semua kewajibannya. Ia akan memudahkannya untuk terus memdekat kepada Allah.

4. Allah menjadikannya berpegang teguh(cinta) pada sunnah ....
"Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah Aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."(Q.S. Ali Imran:31)
Rasulullah adalah Habibullah, kekasih Allah. Allah akan mengasihi orang-orang yang mengikuti sunnah-sunnah Rasulullah. Dan jika Allah menyayangi hambaNya, Ia akan menolongnya untuk tetap tegar diatas sunnah.

5. Allah menjadikannya seorang yang dermawan yang selalu berinfaq serta menjadikannya ahli ilmu yang selalu menyampaikan ilmunya ...
Dari Ibnu Umar, berkata Rasulullah Saw, ”Tidak boleh iri kecuali
dalam dua hal:
Seseorang yang diberi Allah kepandaian tentang Alquran, maka diamalkannya dan dikajinya sepanjang siang dan malam, dan seorang yang diberi kekayaan harta maka ia infaqkan sepanjang siang dan malam.(HR. Bukhari Muslim)
Kita tidak diperbolehkan iri kecuali pada dua perkara diatas. Ini menunjukkan bahwa dua hal tersebut adalah hal yang luar biasa dan patut dicita-citakan oleh setiap insan.
Hanya Allah lah yang berhak memberikan sifat yang terpuji ini. Ini berarti, Allah memang memberi keistimewaan kepada hambaNya yang Ia sayangi dan tidak memberinya kepada hamba yang lain...
Oleh karenanya rasa iri ini harus memacu kita untuk mengetahui rahasia bagaimana si fulan mendapatkan kasih sayang Allah sedangkan kita tidak. Kita harus memacu amalan kita dan menjauhi maksiat agar kita juga disayang sama Allah.

6. Allah akan menjaganya dari apa yang diharamkan-Nya ...
Dari Abu Hurairah Ra: Bersabda Rasulullah Saw,” Sesungguhnya Allah cemburu, dan cemburu Allah Ialah mencegah seseorang mengerjakan apa yang diharamkan-Nya." (HR.Bukhari-Muslim)
Siapapun tidak akan rela jika orang yang disayang melakukan hal yang tidak baik. Begitu pula Allah. Ia akan menjauhkan hamba yang ia sayangi dari apa-apa yang haramkanNya. Dan Perkara haram yang paling besar adalah syirik. Maka orang yang Allah kasihi tentu memiliki keimanan yang begitu besar kepada Allah tanpa keraguan sedikitpun.

7. Allah akan mematikannya dalam keadaan husnul khatimah atau dalam keadaan syahid ....
Husnul khotimah menandakan ia akan masuk syurga, sedangkan mati syahid menandakan ia terbebas dari pertanyaan kubur dan hisab, maka ia telah mendapatkan sesuatu yang besar yang tidak Allah berikan kepada semua hambaNya. Hanya ia yang Allah sayangi saja yang berhak mendapatkannya.

Selasa, 10 Februari 2015

Harus siap hadapi resiko!

Bismillah.. Assalamu'alaikum..
Subhanallah,,tak terasa sudah setahun lebih ana berada di jurusan ini, sekarang memasuki semester 6.. Lho kok setahun?smester 6?
Hhehe..na'am.. ana aslinya mahasiswi jurusan Bahasa Inggris yang kemudian pindah ke jurusan IQT(Ilmu Qur'an dan Tafsir)..
Emh, tapi ana gak kan cerita panjang lebar kenapa dan gimana awal ana bisa pindah jurusan disini..beuuhh,bisa jadi panjang kali lebar kali tinggi nanti nih postingan -_-

Cuma ada satu hal yg menarik dari cerita ana, -semoga kita semua dapat mengambil hikmahnya- aamiin..
Ana saranin gak usah deh masuk ke universitas ana bagi yang minat masuk kuliah!
Dan klo diri ana pribadi dengan berat hati tidak bisa untuk migrasi, krn amanah dr ortu yg harus ana penuhi.

-sedikit cerita- Salah satu dari sekian alasan ana pindah jurusan waktu itu, honestly ana pingin menghindari pelajaran pancasila!  Asli gerah,mumet,mual, dengerin materinya serasa dengerin radio rusak yg diputar terus menerus! Suer deh,ampuun...

Dalam #CerpenIslami tulisan blog ana tahun lalu yang brjudul,
"Risalahtauhid..
Disana sudah ana singgung sedikit tentang perdebatan ana dikampus dengan dosen pancasila.. eitss, dan itu masih di jurusan b.inggris dulu lho yaa, semester 2..

Alhamdulillah, semester 3 nya ana sudah resmi menjadi mahasiswi di jurusan Tafsir..  ana kira dijurusan Tafsir ini gak kan ada pelajaran yang kayak pancasila gitu, civic education, dll ...
Eh, eh, eh, astaghfirullahal'adzim.. gak tau nya makin parah !!!

Ya Robbi, ana semakin tersiksa berada dijurusan ini!!!
dosen2x bebas menularkan pemikirannya dengan mahasiswa melalui matakuliah,
-filsafat
-ilmu kalam
-tasawuf
Belum lagi beranak pinak itu,
filsafat..ada filsafat agama , filsafat islam 1&2, filsafat umum,filsafat ilmu, filsafat pendidikan, filsafat bahasa, dll..
Ilmu kalam..ada kalam, aliran2x kalam, dll..
Tasawuf..ada akhlak tasawuf, ilmu tasawuf, aliran2 tasawuf, dll..

Yaa Robbi, betapa tak berdayanya hamba ketika melihat kemungkaran yg terjadi tiap kali didepan mata!!
Ana tau dosen itu seorang pnganut tarekat!! -dan sudah ana bold namanya-
ana tau dosen itu Syi'ah laknatullah 'alaih!! -dan ana gak kuasa untuk membantah ucapannya yg tiap kali ia lontarkan pada saat pembelajaran dikampus!!
Dia berkata, bahwa surga dan neraka itu tidak ada.. dia berkata bahwa orang2 sunni itu terlalu menghakimi syi'ah, syi'ah itu bagian dari islam, dll.. Wallahi,,haqqon yaa Robbi..
Kalau bukan karena orangtua yg ingin melihat ana menjadi sarjana di kampus ini, ANA TIDAK SUDI UNTUK MELANJUTKAN KULIAH DISINI!! :'(

#kembali ketopik..kenapa judulny, harus siap hadapi resiko!?
Ya itu yg pertama, untuk memotivasi diri ana utk tetap terus semangat dalam menghadapi ujian ini.. ana yakin, Allah memberikan beban yg berat ini kepada ana kerana Allah tahu bahwa ana pasti bisa memikulnya!
Perlahan ana masukkan pemikiran tentang tauhid kepada teman2 dikelas, kepada adik tingkat, dll.. kemudian untuk dosen, ana gk bisa utk langsung mendebatnya, hanya saja ana selalu -scra tdk langsung menolak argumen beliau- dengan melontarkan pertanyaan padanya.. sejauh ini, hanya itu yang bisa ana perbuat.. semoga Alloh dpt mengistiqomahkan hati ini..aamiin..

Tapi klo msih brsihkeras jg tetep mau msuk universitas negeri agama di indo, saran ana bagusin dulu tauhid antum..agar bisa membedakan mn yg haq dan mana yg bathil..karena sungguh dunia kampus -trutma dunia kampus brbasis agama- tak lah seindah yg antum fikir.. 

Yang kedua itu tadi, untuk memberikan ennouncement bagi sesiapa saja,untuk gak usah lah masuk ke universitas ana!
Tiap2 dosenny bebas menularkan pemikiran melalui mata kuliah yg diajarkannya, terlebih untuk yg tauhidny masih lemah, sangat ana sarankan gak usah masuk STAIN,IAIN,UIN yg ada di Indonesia..semuanya gak usah!!! Karena semua universitas negeri agama yg ada di Indonesia sdh mmiliki krjasama dg negeri Iran -yg memang perkumpulan Syi'ah brada dsana- na'udzubillah..

Trus lagi nih yah, ana terkaget2x barusan dapat jadwal kuliah smester 6, ada matakuliah: "Orientalisme"
astaghfirullahal'adzim99x..
Gak mnutup kmungkinan bberapa tahun kdepan mungkin akan ada matakuliah "Sekularisme" , "kapitalisme" , dll..

Tauhid? Tauhid kemana tauhid? Gak ada sama sekali pelajaran tentang tauhid,..tauhid ditaruh di tong sampah mngkin sm mereka, na'udzubillah tsumma na'udzubillahi min dzalik..

Hancurlah negeri ini, dan benarlah Bisyaroh nabi bahwa diakhir zaman akan muncul ulama2 su'.. Dan seperti yg kita ketahui, para ulama di negeri indonesia ini umumnya ialah berasal dari universitas2 agama yg ada dan dosen2 yg mengajar di universitas2 agama rata2 ialah alumni dari kampusnya..
maka bagaimana mungkin akan melahirkan ulama robbani dari universitas2 islam di Indonesia ini.. jika setiap pelajaran yg ada - di universitas tersebut seperti yg ana sebutkan diatas tadi -, sehingga melahirkan ulama2 yg mnganggap
"NKRI lah harga mati.. astaghfirullah.. sungguh ironi..

Propaganda

Hukuman IS terhadap Pilot Yordan, Membongkar Kemunafikan Dunia Internasional..

SURIAH – Sebagaimana panasnya api yang digunakan Mujahidin Islamic State untuk menghukum mati seorang Pilot dari Kerajaan Yordania, pemberitaan dan sikap tokoh-tokoh dunia masih terus gencar membahasnya. Sebagaimana diketahui, Yordania ikut dalam Koalisi Salibis dalam memerangi kaum Mujahidin terutama Daulah Khilafah Islamiyah dan Jabhah Nusroh (Tanzhim Al Qaeda Fii Bilaadis Syam).

Korban di pihak warga sipil dan kaum mujahidin yang ada di daerah-daerah pemboman Koalisi salibis terus berjatuhan. Berbagai jenis bom dijatuhkan tanpa peduli pihak-pihak siapa yang akan jadi korbannya. Itulah yang menjadi protap Koalisi Salibis, jika satu atau belasan orang apalagi ribuan warga mereka (Salibis) terbunuh maka keluar kata-kata keji, sumpah serapah hingga kutukan terhadap Mujahidin Islam. Dan dengan sigap mereka menghasung para pemimpin dunia lainnya untuk berdiri bersama-sama dalam memerangi kaum Mujahidin yang disebutnya sebagai ‘Teroris’.

Baca selengkapnya di : http://m.voa-islam.com/news/world-news/2015/02/06/35507/hukuman-is-terhadap-pilot-yordan-membongkar-kemunafikan-dunia-internasional/#sthash.hRGT0I5O

-------------------------
" ... Mu’adz Al Kasasbeh mengungkapkan secara detail bagaimana peranan negara negara bagian timur tengah seperti Emirat, Saudi Arabia, Qatar, Kuwait, Bahrain, Maroko dan lainnya dalam misi sama berjalan bersama koalisi salibis internasional memerangi mujahidin IS ..."

-------------------------
Bersikap adillah karena sikap adil itu lebih dekat dgn ketaqwaan  kpd Allohu Subhanallohu wata'ala....

Sabtu, 24 Januari 2015

Andai, Hidayah itu bisa dibeli ~



 “Andai hidayah itu seperti buah yang bisa ku beli, maka akan ku beli berkeranjang-keranjang untuk aku bagi-bagikan kepada orang-orang yang aku cintai.” (Imam Syafi’i)
***
Tentu setiap dari kita menginginkan semua orang yang kita cintai bisa mendapatkan hidayah,bukan? Tentu setiap dari kita berharap diakhirat nanti dapat berkumpul kembali dengan keluarga dalam Jannah-Nya,bukan?
Tentu setiap dari kita akan sangat sedih, jika ada orang yang kita sayangi (entah itu ayah, ibu, kakak atau adik, dan yang lainnya) belum mendapatkan hidayah dari Allah.
Ya. Itu pasti berlaku. Dan aku sendiri pun merasakannya.
Karena hidayah tidak dapat dibeli. Hidayah adalah mutiara berharga yang tak setiap insan dapat memilikinya.
Lantas bagaimana kah sikap kita dalam menghadapi ujian ketika kita merasa disekeliling kita ialah orang awwam, ketika lingkungan tidak mendukung dalam menjalankan perintah Allah dan Rasul-Nya. Apakah kita harus mengutuk takdir? Ataukah kita harus lari menjauh dari kehidupan ini? Meninggalkan orang-orang yang kita sayangi yang sejatinya hidayah itu belum mereka dapatkan?
Tidak ! jawabannya “tidak” sahabatku..
“Jika kau merasa bahwa segala disekitarmu gelap, tidakkah kau curiga bahwa DIRIMULAH yang dikirim Allah untuk jadi cahaya bagi mereka.”
***
Sahabatku, janganlah kalian berputus asa dalam menegakkan dien ini. Jangan pula kecewa kalau apa yang kita sampaikan itu diabaikan, atau bahkan dilecehkan, terlebih lagi jika dakwah ditengah keluarga yang terkadang itu lebih berat.
Coba kita lihat, Nabi Nuh ‘alaihissalam yang tak pernah bosan mengingatkan anaknya yang tersesat, Nuh ‘alaihissalam terus mendo’akan anaknya sampai akhirnya Allah tenggelamkan Kan’an.
Nabi Luth ‘alaihissalam yang tak pernah berhenti mengingatkan istrinya yang membangkang, sampai akhirnya Allah binasakan istrinya bersama kaum Sodom.
Asiah binti Muzahim, tertatih-tatih mengingatkan suaminya Fir’aun hingga akhirnya ia sendiripun dibunuh oleh Fir’aun.
Habil yang tak pernah lelah untuk terus menasehati kakaknya Qabil, hingga akhirnya Habil pun dibunuh oleh Qabil.
Dan kisah para sahabat Rasulullah lainnya, yang menunjukkan bahwa sejatinya dakwah itu memanglah harus menuntut pengorbanan sekalipun itu nyawa yang menjadi taruhan.
***

Tak peduli seberapa jauh ku harus melangkah..
Yang aku tahu, AKU HARUS MELANGKAH seberapapun yang aku bisa..
Tak peduli seberapa kuat lagi aku harus bertahan..
Yang aku tahu, AKU HARUS BERTAHAN  hingga tetes darah penghabisan..
Tak perduli seberapa banyak lagi air mata yang harus aku tumpahkan..
Yang aku tahu, AKU HARUS BERSABAR.. Dengan kesabaran yang indah,
karena aku tahu bahwa sekarang Allah sedang menggendongku..
Allah memberiku ujian, untuk meninggikan derajat ku..
Allah meberiku ujian ini, karena Allah tahu bahwa aku pasti bisa menempuhnya.. 


“Bayti Jannati”
Tekad yang kuat untuk menjadikan rumah ku sebagai surga bagi ku itu selalu aku usahakan segenap kemampuanku. Tidak bisa dengan cara yang ini, aku lakukan dengan cara yang itu, dan aku yakin pasti ada beribu-ribu cara agar dapat membawa cahaya Islam masuk kedalam rumahku.. –Dan Alhamdulillah perjuanganku itu sudah sedikit membuahkan hasil-
Sekarang, yang diperlukan ialah bermain cantik dalam menyampaikan.. Jangan bersikap keras dan kaku dalam berdakwah.. karena sejatinya dakwah itu menginspirasi bukan menghakimi !

Hati yang sudah dipenuhi besarnya rasa cinta kepada Allah, maka takkan lagi mudah merasa merana bila sekedar terluka.. Takkan mudah sedih meski harus merasakan hal yang pedih..
Caci maki dari para pendengki bagai kidung dalam sunyi.. Dan suara sumbangpun bagai indahnya sebuah tembang..
Maka,bersabarlah dan istiqomahlah, karena kejujuran iman haruslah dibuktikan dengan ujian..

Demikianlah sunnatullah yang berlaku untuk hamba-Nya, kejujuran imannya harus dibuktikan dengan ujian yang dihadapinya. Sebagaimana yang tercantum dalam Al Qur’an,
أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ. وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۖ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ
“Apakah manusia menyangka mereka dibiarkan untuk berkata ‘kami telah beriman’ padahal mereka belum diuji. Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka maka Allah telah mengetahui siapa saja yang jujur dan siapa saja yang dusta (dalam imannya).” (QS. Al-Ankabut:2—3)
وَلِيَبْتَلِيَ اللَّهُ مَا فِي صُدُورِكُمْ وَلِيُمَحِّصَ مَا فِي قُلُوبِكُمْ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ
“Agar Allah menguji sesuatu yang ada dalam dada kalian dan melihat yang ada di hati kalian.” (QS. Ali Imran:154)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menerangkan bahwa cobaan sesuai dengan kadar keimanan seseorang. Dalam hadits dari Sa’ad bin Abu Waqqash radhiyallallah ‘anhu, dia bertanya, “Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang paling keras ujiannya?”
Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الأنبياء ثم الأمثل فالأمثل فيبتلى الرجل على حسب دينه فإن كان دينه صلبا اشتد بلاؤه وإن كان في دينه رقة ابتلى على حسب دينه فما يبرح البلاء بالعبد حتى يتركه يمشى على الأرض ما عليه خطيئةِ
“(Orang yang paling keras ujiannya adalah) para Nabi, kemudian yang di bawahnya dan yang di bawahnya. Setiap manusia diuji sesuai dengan kadar agamanya. Jika kuat agamanya maka semakin keras ujiannya, kalau lemah agamanya maka diuji sesuai  dengan kadar agamanya. Senantiasa seorang hamba diuji oleh Allah sehingga dia bisa berjalan di atas permukaan bumi tanpa mempunyai satu dosa pun.” (HR. At-Tirmidzi, 4:601–602; beliau berkata, “Hadits ini hasan shahih”; Ibnu Majah, 2:1334; Ahmad, 1:172,174,180,185; dinilai shahih oleh Syaikh Al-Albani di Silsilah Shahihah, 1:66 dan Shahih Ibnu Majah, 2:371)
***
@Ri-Sakhi Al-Bashri