bintang

Tampilkan postingan dengan label Puisi Islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi Islami. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Januari 2015

~Sayang, kau menilaiku salah~

Kembali ku utaran lewat untaian kata
dalam satu nuansa yang mungkin tak dapat kau mengerti ..

"Sayang. kau menilai ku salah" ialah judul dari puisi yang pertama kali ku tulis tatkala awal mula aku berhijrah dan mengamalkan sunnah -bercadar-

Walau sebenarnya, tak perlu untukku bersusah payah menjelaskan tentang "siapa aku" karena bagaimanapun aku menjelaskan tentang diriku, orang yang menyukaiku tidaklah membutuhkan itu dan orang yang membenciku, tidaklah mempercayai itu.
Terlebih karena aqidah ini, yang benar-benar menjadi tembok pembatas antara kau dan aku.

~Sayang, kau menilaiku salah~

Hanya karena aku bercadar, kau bilang aku "Salafy"..
Hanya karena aku menolak Demokrasi, kau bilang aku "HTI"..
Hanya karena aku menjauh dari bid'ah, kau bilang aku "Wahabi"..
Lantas apa lagi?

Hanya karena aku menjunjung tinggi kemurnian Tauhid, kau bilang aku "Teroris Negeri ini"..
Hanya karena aku berkata jelas dan lantang dalam perkara Takfiri, kau bilang aku "Khawarij Zaman ini"..
lantas apa lagi?
Allah is enough for me..

@Ri-Sakhi Al-Bashri

Kamis, 23 Oktober 2014

Puisi: "ingatlah !"

Saat sapa hadirkan luka
Saat canda berbuah petaka
Saat lisan tak lagi terjaga
Ingatlah, kita akan memetik hasilnya

Saat tutur tak lagi teratur
Saat kata tak lagi tertata
Saat bibir berucap tanpa dipikir
Ingatlah semua akan diperhitungkan di hari akhir.

Saat perilaku tertangkap curiga
Saat sikap tak lagi sopan dirasa
Saat perbuatan sudah jauh dari norma
Ingatlah, kehidupan akhir itu nyata adanya

Saat langkah tak lagi terarah
Saat ayun tak lagi tertuntun
Saat aktivitas hanya sekedar memenuhi rasa puas
Ingatlah, semua akan berbalas

Berharap hidup tak lagi redup
Mengisi jiwa dengan taqwa
Mencari bekal dengan memperbanyak amal
Berharap Surga jadi tempat tinggal yang kekal

Berhati-hati menjadi tabiat
Lantaran takut azab akhirat
Berharap kemuliaan yang didapat
Semoga menjadi hamba yang selamat

Kamis, 25 September 2014

Puisi: ~Aku inginkan kekasih seperti mu~


Anggun bak bulan purnama
Wangi bak minyak kasturi
Baik hati bak bidadari bermata jelita dengan akhlak terpuji
Mengalahkan bintang-bintang di langit tinggi
Mengalahkan bunga-bunga di musim semi
Aku inginkan kekasih seperti mu
Beratus-ratus kali, beribu-ribu kali
Berjuta-juta kali, ku panjatkan do’a
Tapi,
Risau melanda hati
Galau !
Betapa tinggi khayal ini
Mengharap kekasih secantik BALQIS, Sedang diri tak seindah SULAIMAN
Mengharap kekasih setulus ZULAIKHA, Sedang diri tak setampan YUSUF
Mengharap kekasih seistimewa KHADIJAH, Sedang diri tak sesempurna RASULULLAH
Oh,
Aku tak memiliki cermin
Aku hanya mendamba tanpa melihat kaca

_____

Rabu, 24 September 2014

Puisi: ~Tauhid~


Cahaya Tauhid
Cahaya Kehidupan
Tujuan dari segala tujuan
Inti dari dakwah para Nabi
Ma’rifat seorang hamba kepada Tuhannya
Bahwa tidak ada sekutu bagi-Nya

Cahaya Tauhid
Cahaya Kehidupan
Sadarkah kau manusia?
Kau diciptakan untuk menampakkan Rahmat-Nya
Kemudian Dia menganugerahimu nilai dan harga berupa kenikmatan

Dengan sebuah pengakuan
LAA ILAAHA ILLALLAH
Yang cabangnya ada pada lisanmu
Yang aplikasinya terletak pada ketaatanmu

LAA ILAAHA ILLALLAH WA MUHAMMAD RASULULLAH
Hati yang tidak pernah berpaling menyembah selain Allah
Kalimat lembut dari Allah bagi hamba-hamba-Nya
Kalimat lembut dari Rasulullah bagi umatnya

Dan kalimat lembut dari mereka*
*Mereka yang paling bagus dalam kepatuhan
*Mereka yang paling istiqomah
*Mereka yang paling tajam mendengar perintah-Nya
*Mereka yang paling sering memperhatikan ketentuan serta peraturan-Nya

Dan orang -dari mereka- yang paling bodoh adalah yang paling lemah dari itu semua
***